Pengambilan sampel dilakukan secara random selama dua pekan. Jajanan itu diambil dari SD negeri dan swasta.
Pengambilan sampel sengaja kita lakukan di pedagang kaki lima, baik yang dijual bebas di sekolah dasar

Jajanan anak di sekolah yang d ambil sampelnya berupa salome, saus sambal yg digunakan, keripik dan gorengan-gorengan lain, es campur dan lain-lain
Pemeriksaan jajanan di sekolah ini adalah upaya melindungi anak sekolah dari kandungan bahan berbahaya pada makanan tersebut dan ini berdampak pada gangguan kesehatan.
"Sampel yang kita ambil, terhadap makanan yang warnanya mencolok dan diindikasi menggunakan bahan bukan untuk makanan. Sebab, zat yang pewarna makanan tentunya tidak akan cerah. Karena memang, terkadang untuk memikat pembeli pedagang sengaja memberi zat pewarna lain pada makanan. Padahal itu berbahaya bagi kesehatan,
Di antaranya apakah jajanan itu mengandung zat berbahaya, seperti borak, formalin, siklamat, methanyl yellow, rodhamin B, bakteri air dan bakkteri makanan dalam jajanan sekolah. Diakui dia kendati melakukan pengambilan sampel jajanan secara rutin, namun masih saja ditemukan pelaku usaha di sekolah yang mencampurkan zat berbahaya.
Di sisi lain kegiatan rutin ini juga memiliki tujuan terciptanya generasi yang sehat, cerdas, dan pintar.







