Pengelola Upaya Penyakit DBD, Maria J Yato menyampaikna bahwa pada wilayah Puskesmas Oesapa sendiri dari awal januari sampai dengan saat ini sudah mencapai 26 kasus, menindak lanjuti instruksi Walikota Kupang kepada seluruh kepala Sekolah di wilayah Kerja Puskesmas Oesapa untuk melaksanakan pembersihan sarang nyamuk demam berdarah dan jentik di sekolah – sekolah karena nyamuk demam berdarah dapat menggigit pada saat anak-anak sedang dalam proses belajar di kelas.
Petugas kesehatan Promkes dan pengelola upaya penyakit DBD Puskesmas Oesapa melakukan sosialisasi kepada siswa_siswi dan guru di sekolah dan juga melakukan pemantauan jentik langsung di halaman sekolah seperti pot – pot bunga, kaleng kosong, kamar mandi/WC dan te tempat – tempat penampungan air

pemantauan jentik pada pot - pot bunga

Pemantauan jentik dan abatesasi

Penyerahan Lefleat DBD
Untuk mencegah penularan penyakit demam berdarah dengue adalah melalui pembersihan sarang nyamuk dengan cara 4M yaitu mengubur kaleng-kaleng bekas, botol-botol bekas, tempurung kelapa, plastic-platik bekas, ban-ban bekas atau sampah lainnya yang berpotensi menampung air hujan, membersihkan bak mandi, tempayan air minummaupun vas/pot bunga yang terisi air minimal satu minggu satu kali serta menutup rapat-rapat tempat penampungan air disekitar sekolah dan memantau jentik secara rutin, serta melaporkan hasilnya kepada atasan masing-masing dan tembusannya disampaikan kepada Walikota Kupang.







