Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Dengue dan ditularkan oleh gigitan nyamuk aedes aegypty. Penyakit DBD ini merupakan penyakit menular karena apabila seseorang yang dalam darahnya mengandung virus Dengue, digigit nyamuk aedes aegypty, maka nyamuk tersebut akan membawa virus dan selanjutnya akan menularkan kepada orang lain melalui gigitan berikutnya. Nyamuk DBD aktif menggigit pada pagi dan sore hari.
Tanda dan Gejala penyakit DBD adalah :
- Demam tinggi mendadak ± 2-7 hari
- Nyeri pada lambung
- Tanda-tanda perdarahan misalnya munculnya bintik-bintik merah, mimisan, muntah darah, gusi berdarah
- Gejala syok, yaitu tekanan darah menurun, gelisah, nafas cepat, ujung tangan dan kaki dingin, bibir biru
Penyakit DBD didiagnosis melalui pemeriksaan darah pada laboratorium (Ditemukan peningkatan nilai hematokrit dan penurunan angka trombosit). Oleh karena itu, apabila ada tanda dan gejala DBD segera di bawa ke fasilitas kesehatan seperti Puskesmas/Rumah Sakit/Klinik terdekat.
Nyamuk DBD berkembangbiak pada tempat-tempat penampungan air yaitu pada genangan air yang tertampung di suatu tempat ataupun pada bejana di dalam atau sekitar rumah atau tempat-tempat umum, yaitu :
- Tempat penampungan air untuk keperluan sehari-hari, seperti drum, tangki reservoir, tempayan, bak mandi/WC dan ember
- Tempat penampungan air bukan untuk keperluan sehari-hari seperti tempat minum burung, vas bunga dan barang-barang bekas seperti ban, kaleng, botol, plastik
- Tempat penampungan air alamiah seperti lobang pohon, lobang batu, pelepah daun , tempurung kelapa, pelepah pisang dan potongan bambu.
Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) sangat berbahaya apabila terlambat penanganan dan sampai saat ini belum ada obat untuk menyembuhkannya.
Namun penyakit ini bisa kita cegah yaitu dengan memutuskan mata rantai perkembangbiakan nyamuk DBD dengan melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) baik di dalam rumah atau pun sekitar rumah dan lingkungan rumah dengan Gerakan 4 M Plus yaitu :
- Menguras atau membersihkan tempat-tempat penampungan air seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum, penampung air lemari es
- Menutup rapat-rapat tempat-tempat penampungan air seperti drum, ember atau pun tempat penampungan air lainnya
- Memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk Demam Berdarah seperti botol bekas, ban bekas, kaleng, plastik
- Memantau wadah atau tempat-tempat penampungan air lainnya seperti Vas/Pot bunga, tempat minum burung, wadah penampungan air ditempat dispenser, dan memperbaiki saluran dan talang air yang tidak lancar serta memantau bak sampah
Plus yaitu :
- Menaburkan bubuk larvasida (bubuk abate) pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan;
- Menggunakan obat nyamuk atau lontion anti nyamuk
- Menggunakan kelambu saat tidur;
- Memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk;
- Menanam tanaman pengusir nyamuk seperti selasih, serai, lavender, dan geranium
- Mengatur cahaya dan ventilasi dalam rumah;
- Menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi tempat istirahat nyamuk
MUSIM PENGHUJAN TELAH TIBA
SAAT NYA KITA WASPADA TERHADAP PENYAKIT DBD
AYO BERSIHKAN RUMAH DAN LINGKUNGAN SEKITAR KITA
JANGAN BUANG SAMPAH SEMBARANGAN !!
MARI BERSAMA KITA CEGAH DBD !!!
Sumber : Promkes UPTD Puskesmas Oesapa







